Linked List

LINKED LIST

    Linked List adalah struktur data mendasar dalam ilmu komputer. Ini terdiri dari node dimana setiap node berisi data dan referensi (link) ke node berikutnya dalam urutan. Hal ini memungkinkan alokasi memori dinamis dan operasi penyisipan dan penghapusan yang efisien dibandingkan dengan array.

    Linked List merupakan struktur data linier yang terdiri dari serangkaian node yang dihubungkan oleh pointer. Setiap node berisi data dan referensi ke node berikutnya dalam daftar. Tidak seperti array, daftar tersebut memungkinkan penyisipan atau penghapusan elemen secara efisien dari posisi mana pun dalam daftar, karena node tidak di simpan secara berdekatan di memori.

    Salah satu keunggulan utama linked list adalah kemampuannya untuk mengatasi perubahan ukuran secara dinamis. Ketika kita ingin menambahkan atau menghapus elemen dari linked list, kita dapat melakukannya dengan mudah tanpa mempengaruhi elemen-elemen lain dalam struktur data tersebut.

    Dalam linked list, elemen pertama disebut head, dan elemen terakhir disebut tail. Head menyimpan referensi ke node pertama dalam linked list, sedangkan tail menyimpan referensi ke node terakhir. Jika sebuah linked list kosong, head dan tail akan memiliki nilai null atau tidak ada referensi yang valid.

    Selain itu, linked list dapat dibagi menjadi dua jenis utama: linked list tunggal (singly linked list) dan linked list ganda (doubly linked list). Pada linked list tunggal, setiap node hanya memiliki referensi ke node berikutnya. Sedangkan pada linked list ganda, setiap node memiliki referensi ke node sebelumnya dan node berikutnya.

Operasi dasar pada linked list (insert, delete, search)

    Linked list menyediakan beberapa operasi dasar yang memungkinkan kita untuk memanipulasi data dalam struktur ini. Beberapa operasi dasar yang umum dilakukan pada linked list adalah operasi penambahan (insertion), penghapusan (deletion), dan pencarian (search).

  • Insertion (Penambahan)

Operasi penambahan memungkinkan kita untuk menyisipkan node baru ke dalam linked list. Ada beberapa metode penambahan yang umum digunakan, seperti:

  1. Penambahan di awal (insert at beginning): Menambahkan node baru sebagai elemen pertama atau head dari linked list.
  2. Penambahan di akhir (insert at end): Menambahkan node baru sebagai elemen terakhir atau tail dari linked list.
  3. Penambahan di posisi tertentu (insert at position): Menambahkan node baru di antara dua node yang sudah ada, pada posisi yang ditentukan.

  • Deletion (Penghapusan)

    Operasi penghapusan memungkinkan kita untuk menghapus node dari linked list. Beberapa metode penghapusan yang umum digunakan, antara lain:

  1. Penghapusan di awal (delete at beginning): Menghapus elemen pertama atau head dari linked list.
  2. Penghapusan di akhir (delete at end): Menghapus elemen terakhir atau tail dari linked list.
  3. Penghapusan di posisi tertentu (delete at position): Menghapus node pada posisi tertentu dalam linked list.

  • Search (Pencarian)

    Operasi pencarian memungkinkan kita untuk mencari data tertentu dalam linked list. Untuk melakukan pencarian, kita perlu melintasi linked list dari elemen pertama (head) hingga elemen terakhir (tail) sambil membandingkan nilai data pada setiap node.

    Ketiga operasi dasar ini memungkinkan kita untuk melakukan manipulasi data dalam linked list sesuai dengan kebutuhan. Dalam implementasi linked list, penting untuk memperhatikan pembaruan referensi atau pointer untuk memastikan keterhubungan yang benar antara node-node dalam linked list.

Berikut adalah contoh kode dalam bahasa Java untuk operasi dasar pada linked list, yaitu insert, delete, dan search:

Perbedaan antara linked list tunggal dan ganda

    Linked list memiliki dua varian utama, yaitu linked list tunggal (singly linked list) dan linked list ganda (doubly linked list). Perbedaan utama antara keduanya terletak pada jumlah pointer yang dimiliki oleh setiap node.

Linked List Tunggal (Singly Linked List)

Pada linked list tunggal, setiap node hanya memiliki satu pointer yang mengarah ke node berikutnya dalam urutan. Pointer ini dikenal sebagai “next” atau “next pointer”. Dengan menggunakan pointer ini, kita dapat bergerak maju melalui linked list dari elemen pertama (head) hingga elemen terakhir (tail). Namun, untuk mencari node sebelumnya dari suatu node, kita perlu melintasi linked list secara linier dari awal hingga mencapai node yang diinginkan.

Berikut adalah contoh kode dalam bahasa Java untuk linked list tunggal (singly linked list)

Linked List Ganda (Doubly Linked List)

    Pada linked list ganda, setiap node memiliki dua pointer. Pointer pertama adalah “next” yang mengarah ke node berikutnya dalam urutan, sedangkan pointer kedua adalah “previous” atau “prev” yang mengarah ke node sebelumnya. Dengan menggunakan kedua pointer ini, kita dapat bergerak maju maupun mundur dalam linked list. Hal ini memungkinkan kita untuk dengan mudah mencari node sebelum dan sesudah suatu node tertentu tanpa perlu melintasi seluruh linked list.

Berikut adalah contoh kode dalam bahasa Java untuk linked list ganda (doubly linked list)


    Perbedaan ini membawa konsekuensi pada implementasi dan kompleksitas operasi pada linked list. Linked list ganda memerlukan penggunaan memori yang lebih besar karena setiap node menyimpan dua pointer. Namun, keuntungan dari linked list ganda adalah kemampuan untuk bergerak maju dan mundur dengan mudah, serta kemudahan dalam melakukan operasi penghapusan dan penambahan di berbagai posisi dalam linked list.

    Pemilihan antara linked list tunggal dan ganda tergantung pada kebutuhan dan skenario penggunaan. Jika kita hanya memerlukan pergerakan maju dalam linked list dan tidak membutuhkan akses mundur, maka linked list tunggal sudah cukup. Namun, jika kita seringkali membutuhkan akses maju dan mundur, serta operasi penghapusan dan penambahan yang kompleks, maka linked list ganda dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Linked List

    Linked list merupakan salah satu struktur data yang memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu. Memahami keuntungan dan kerugian penggunaan linked list dapat membantu kita dalam memilih struktur data yang tepat untuk kebutuhan kita. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan linked list:

  • Keuntungan:

    Fleksibilitas dalam Penambahan dan Penghapusan Elemen: Linked list memungkinkan penambahan dan penghapusan elemen dengan mudah. Kita dapat menambahkan atau menghapus elemen di tengah-tengah linked list tanpa harus memindahkan elemen-elemen lainnya. Hal ini membuat linked list menjadi pilihan yang baik dalam situasi di mana operasi penambahan atau penghapusan sering dilakukan.

    Dinamis dalam Ukuran: Linked list memiliki ukuran dinamis, yang berarti kita dapat menambahkan atau menghapus elemen sesuai kebutuhan tanpa batasan ukuran yang tetap. Ini memungkinkan pengelolaan memori yang efisien dan menghindari pemborosan memori.

    Efisiensi pada Operasi Pengecekan Kedekatan: Linked list cocok digunakan dalam situasi di mana operasi pengecekan kedekatan elemen diperlukan. Misalnya, pada implementasi stack atau queue, pengecekan elemen teratas atau elemen depan dapat dilakukan dengan efisien menggunakan linked list.

  • Kerugian:

    Akses Acak yang Lambat: Linked list memiliki keterbatasan dalam melakukan akses acak terhadap elemen. Untuk mencapai elemen di indeks tertentu, kita harus mengunjungi setiap elemen dari awal linked list. Hal ini membuat operasi akses acak pada linked list menjadi lebih lambat dibandingkan dengan struktur data seperti array.

    Memerlukan Memori Tambahan: Setiap elemen dalam linked list memerlukan memori tambahan untuk menyimpan alamat referensi ke elemen berikutnya (dan sebelumnya dalam linked list ganda). Jumlah memori yang digunakan oleh linked list bisa lebih besar dibandingkan dengan struktur data seperti array, terutama jika linked list memiliki jumlah elemen yang besar.

    Ketergantungan pada Alamat Memori: Linked list sangat tergantung pada alamat memori untuk menghubungkan elemen-elemen. Jika ada kesalahan atau kerusakan pada alamat memori, dapat menyebabkan kesalahan serius dalam linked list.

    Meskipun linked list memiliki kelebihan dan kekurangan tersebut, keputusan penggunaan linked list atau struktur data lainnya tergantung pada kebutuhan spesifik dari aplikasi atau masalah yang ingin diselesaikan. Dalam beberapa kasus, linked list bisa menjadi pilihan yang baik, terutama ketika operasi penambahan atau penghapusan elemen sering terjadi, atau ketika fleksibilitas dalam ukuran diperlukan. Namun, dalam kasus lain, struktur data lain mungkin lebih cocok, terutama jika akses acak atau penggunaan memori yang efisien menjadi prioritas.

Post a Comment

About me